Posts

Misteri

Coba diingat-ingat lagi, sejak awal hidupmu memang sudah penuh dengan misteri. Kau terlahir dari kedua orang tua yang tidak pernah kau minta, kau terlahir sebagai seorang perempuan, kau lahir di Ibukota dan besar di Maluku, lalu Sekolah Menengah di perbatasan Bogor-Sukabumi, kini mengenyam pendidikan di Kota Satria, Purwokerto. Siapa yang tahu akan menjadi rumit perjalanan hidupmu. Siapa yang tahu hidup akan menemui puncak dan lembahnya, siapa yang tahu ketika pengeluaran harus banyak justru saat hidup ini bertemu di ujung lembah, dan siapa yang tahu tiba-tiba Allah mengirimkan seseorang untuk membantu keuanganmu walaupun tidak 100%.

Selasa Pagi

Bismillah... Ini tentang Selasa pagi (hari ini dan pagi ini) yang sedikit  complicated . Pagi ini aku bangun kesiangan, padahal tadi malam tidur  gasik  (red: cepat/kepagian). Bangun pagi aku langsung cuci muka dan mengecek  handphone  seperti remaja tanggung bin galau yang selalu menunggu-nunggu kejutan dari balik  handphone -nya, pagi ini  handphone- ku tertawa melihat wajahku, karena aku baru ingat dari tadi malam kuaktifkan  airplane mode  agar baterai tidak cepat habis.

Hidup Enak

Kemarin aku ditanya, “Menurutmu, seperti apa hidup enak itu?” Kujawab dengan entengnya, “hidup enak itu, kalau sekolah lancar, kuliah lancar, kiriman lancar, makan gak mikir-mikir, beli kebutuhan sehari-hari gak mikir-mikir, memenuhi kebutuhan akademik gak mikir-mikir, lulus cepat, nikah gak susah, dapat suami ganteng, kaya, shalih, multitalent, pintar, sayang istri, setia,didik anak berdua dengan saling pengertian, kerjaan mulus, anak juga mulus sekolahnya, dan seterusnya sama seperti di atas.”

17 Agustus

Image

Bahwa Kita Hamba

Bismillah... Untukmu yang kuhormati sejak awal bertemu,

Lilin di Sudut Gelap (2) - Sebuah Cerbung

        Ini sudah memasuki 10 bulan Ayah tidak pulang dan tidak memberi kabar, setidaknya itu yang kutahu dari telepon Ibu kemarin sore. Aku sudah memasuki waktu-waktu sempit menuju try out nasional. Kesibukanku di kios dan privat mengajar anak-anak SD sedikit mengganggu aktivitas belajarku. Jadilah aku mengalami perubahan gaya hidup sejak 2 bulan yang lalu; tertidur dini hari, dan bangun di waktu shubuh. Terkadang aku hanya sempat tidur satu setengah jam, dari pukul 01.30 sampai 03.00 WIB. Tidak ada yang tahu aktivitasku, hanya wajahku selalu mengkhawatirkan.

Sang Surya

Ketika air tak lagi menyuburkan tanah-tanah itu, di situlah kusadar betapa teriknya mentari. Ketika yang memancarkan kehidupan malah menghancurkan, di situlah kutahu kebodohanku membuatnya liar. Banyak manusia tak paham, bahwa mengeringnya mata air, tak lagi tertahankan panasnya mentari, lapis-lapis pelindung menipis, adalah buah perbuatannya pula. Lalu mereka tersedu, meminta Tuhan berbaik hati padanya, mengembalikan kehangatan sang surya di pagi dan siangnya. Kadang mereka mengutuk, betapa nasib buruk menerpa bak badai yang tiada henti dan tak teratasi, seakan tubuh siap diterkam maut. Mengapa nasib buruk ini datang menghampiri?