Posts

Showing posts with the label Refleksi

Benda Asing di antara Kita

Teknologi berkembang Dunia berubah Jarak yang jauh tak terasa Yang dekat justru menjarak Kita senang berbicara dalam hening Membiarkan hati bergeming Syak wasangka sekali dua kali menguasai Benda asinglah yang menengahi Budaya ikut berubah Apa itu adab? Etika dengan orang tua? Hampir luntur bersama dengan keringat Yang jatuh ketika bergadget ria Kamu bangun pagi Melihat benda asing itu menanti Siangan pergi Pulang benda asing masih dipantengi Dunia memang menuntut melek teknologi Dasarnya kita sama-sama pendiam Bicara hanya hal-hal yang mengundang tawa Atau info jadwal keluar kota Atau memperbincangkan netizen di medsos kita Tentang diri kita? Tak usahlah Ditambah benda asing Lengkaplah masa ini Sepertinya jadi tak ada ruang sepi Walau kita sama-sama mengunci bibir Dengan benda asing lah Kamu ada di mana saja Bersama siapa saja Ditemani siapa saja Enak bukan? Tak diliput sepi meski sendirian Begitulah benda asing Yang dapat meracuni Walau ia p...

Tidak Boleh Menikahi Anak Ekonomi dan Pertanian?

Image
Suatu hari di sebuah ruang penuh kenang, kami bercengkerama, menghasilkan sebuah percakapan sarat canda, “Dosenku pernah bilang, ‘kalian sebagai anak Biologi dilarang pacaran dengan anak Ekonomi dan Pertanian,’ terus ada yang dengan beraninya nimpalin , ‘kalau nikah boleh, kan, Pak?’ kamu tahu ekspresi dosenku kayak gimana?”

17 Agustus

Image

Pernah Kau Lihat Bukuku di Lauh Mahfuzh?

Bismillah… Aku kembali termenung, menatap langit mendung. Mencerna ungkapan-ungkapan, seakan-akan telah mereka lihat buku hidupku, di lauh mahfuzh sana. 

Autokritik – Unsoed di Petang Hari (1)

Bismillah...  Belakangan ini banyak pikiran yang mengganggu saya, terlebih ketika memasuki 10 hari terakhir bulan Februari (seperti Ramadhan saja). Menjelang Maret, artinya menjelang beberapa agenda yang telah menghiasi tanggalan pribadi. Ada Pemilihan Raya Farmasi Unsoed, ada Musyawarah Komisariat Soedirman, dan memang Maret adalah waktu aktif akademik. Selain itu, kakak saya akan berangkat sekolah ke Jerman di bulan itu juga. Dan Maret, artinya berakhirnya Februari, di mana janji abi pulang dari Maluku sudah semakin kadaluwarsa. Dan tak terasa sekarang sudah Maret.

Mulutmu Harimaumu

Bismillahirrahmanirrahim... Saudariku, betul kata orang dahulu, mulutmu harimaumu. Manis ucapanmu, membuat terpesona. Buruk ucapanmu, menurunkan derajat. Mulutmu harimaumu bermakna salah ucap dari mulutmu, akibatnya akan menimpa pada dirimu sendiri, sebagaimana mengasuh seekor harimau, salah mengasuh, ia dapat menerkammu. Saudariku, mulutmu harimaumu. Mudah sekali kata-kata yang terucap dari mulutmu ternyata menjadi boomerang bagimu.

Duhai hati...

Image
Bismillahirrahmanirrahim... Malam hari, selalu menjadi waktu yang tepat untuk berpikir, merasa, menjiwai...

Minus Satu Pekan

Bismillahirrahmanirrahim... Satu pekan lagi menuju momen penting bangsa ini. Satu pekan lagi menuju pesta besar. Banyak yang mengatakan, satu pekan lagi menuju kemenangan rakyat Indonesia. Siapapun yang akan unggul pada tanggal 9 April nanti, itu merupakan kemenangan rakyat. Siapapun yang unggul nanti, itu adalah pilihan rakyat, yang kemudian harus dipertanggungjawabkan oleh rakyat itu sendiri. Siapapun yang unggul nanti, tidak terlepas dari peran satu orang pun di negara ini. Para wakil rakyat yang pada akhirnya duduk di senayan, atau di bangku pemerintahan daerah nanti adalah orang-orang yang dimandatkan langsung oleh rakyat untuk memperjuangkan kebenaran. Pertanyaannya adalah, akankah mereka memperjuangkan kebenaran, atau memperjuangkan kepentingan?

Fastabiqul Khayrat

Bismillahirrahmanirrahim... Assalamu'alaikum warahmatullah :) Bagaimana kabar Indonesia? Rakyatnya? Pemimpinnya?  Menjelang 2014 banyak hal yang dipersiapkan oleh setiap lapisan masyarakat di negeri ini, "ini tahun politik!" Seperti akan ada pusaran badai besar di 2014 nanti. Dan memang betul begitu adanya. Ini bukan bentuk kepanikan, meski mungkin ada yang merasa panik. Ini bukan bentuk kebingungan, meski banyak pula yang merasa bingung. Ini bukan bentuk kegirangan, meski pasti ada yang merasa girang. Tapi ada yang lebih mulia dari itu semua, ini adalah kepedulian.

Memorabilia

Image
HARI AYAH NASIONAL – 12 November 2013 Bismillahirrahmanirrahim…. Malam ini memori yang dulu cerah berwarna dan kini mulai kelabu kembali bermain di benak saya. Saya lupa Negara ini punya Hari Ayah di samping Hari Ibu dan Hari Anak Nasional. Ketika tadi saya melihat twit teman saya; Memori ini mulai mengalir deras.. Ingatan terdekat saya adalah setahun lalu, tepat 6 Oktober 2012, saya sedang mengikuti Dauroh Marhalah I KAMMI. Beliau mengirimkan SMS berlembar-lembar yang sungguh jika kau membacanya, kau akan bertanya-tanya, “benarkah ia adalah Ayah dari 14 anak?”

Kunci dan Gembok

Image
Bismillahirrahmanirrahim... Ujian Tengah Semester Mungkin teman-teman di beberapa kampus telah melewati masa ini, tapi tidak untuk Unsoed. Memang Unsoed selalu berbeda, selalu mengalah, biarkan yang lain mendahului :) begitu mungkin... Pada dasarnya, ujian tak melihat tempat dan waktu, ia datang kapanpun, dimanapun, kepada siapa pun. Dan yang menghadapi ujian itu pun tidak memiliki respon yang sama. Shock, depresi, pusing tujuh keliling, sering kali kita jumpai. Beberapa ada yang santai saja, menganggap ujian hanyalah debu kecil yang tidak mengganggu. Itu semua dikembalikan kepada si penerima ujian.

Ketika Nasihat Kecil Berbisik

Bismillahirrahmanirrahim… Tidak terasa, sudah masuk pertengahan Ramadhan. Hari ke-15… Apa kabar hati? Apa kabar ibadah pagi, siang, sore, dan malam hari? Belakangan ini orang-orang banyak berteriak soal nurani, hak asasi, bahkan hal-hal substansial yang mengusik prilaku-prilaku islami. Mereka memandang Islam sama dengan agama ritual lainnya. Adapun   hakikatnya, Islam yang syamil kamil wa mutakammil merupakan satu-satunya agama yang melingkupi setiap aspek kehidupan. Sehingga tidak dapat dipisahkan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Islam, menggenggam dunia dan akhiratmu, dan dunia akhiratmu tidak dapat dilepas darinya. Kali ini saya tidak berbicara soal pemahaman dasar Islam atau aqidah. Hanya mencoba kembali memaknai Ramadhan, Bulan penuh rahmat dan ampunan, di tengah destruksi dan gejolak heroisme media Indonesia.

Special For Buruh

Image
BismillahiRrahmanirRahim... Spesialisasi Pemerintah Satu Mei merupakan hari bersejarah dan hari yang banyak dinantikan oleh kalangan proletariat di seluruh dunia. Dimana dalam perjalanan sejarah, hari itu bagaikan hari kebangkitan para buruh yang bahkan sampai sekarang masih berusaha memperjuangkan hak-haknya. Satu Mei tahun ini, tak ubahnya satu Mei satu Mei beberapa tahun kebelakang. Ketika prediksi akan pecahnya satu Mei ini dengan aksi buruh telah dilontarkan, maka prediksi bukan lagi hanya sekedar prediksi, seperti sebuah keniscayaan bahwa satu Mei adalah hari keramat bagi pemerintah dan jajaran kepolisian.

Sebuah Kisah | Bidadari, Seorang Pemimpi Nan Indah V (ending)

Saya berdiri menatap jendela kamar di asrama, yang dalam waktu dekat akan saya tinggalkan. UN telah berlalu, yang akan kami hadapi selanjutnya adalah tes masuk Perguruan Tinggi. Tapi saya masih punya hutang untuk pesantren ini, setoran tahfidz. Saya menargetkan beberapa juz ketika lulus nanti, tapi belum sepenuhnya disetorkan, dan ujian STIS mengajak saya untuk sejenak meninggalkan asrama.

Sebuah Kisah | Bidadari, Seorang Pemimpi Nan Indah IV

Menjelang UN, saya sedikit bingung, atau gaulnya ‘galau’. Karena saya harus segera mendaftar SNMPTN undangan (saat itu masih ada SNMPTN jalur tulis). Dan saya hampir putus asa karena keinginan saya tidak dapat diterima. Abi menginginkan saya melanjutkan di bidang kesehatan, dan saya sedikit merasa keberatan karena saya lemah dalam menghafal pelajaran, atau dengan kata lain, saya lebih senang hitung-hitungan. Kalau boleh saya ceritakan, nilai Biologi saya jarang sekali mendapat bagus. Kemudian kegalauan itu saya utarakan pada Haura, sahabat saya yang telah hafidz Qur’an, dan pastinya ia memberikan banyak masukan, menghubungkan segala sebab-akibat, dan yang terakhir memberikan nasihat-nasihat yang mengubah pola pikir saya, sampai saat ini. Saya masih ingat betul kata-katanya yang kemudian membuat ghirah itu muncul, yang kemudian saya berani mengambil tantangan besar dalam hidup saya, yang kemudian saya berani melawan gradiensi yang bertolak belakang sama sekali dan tidak pernah terp...

Sebuah Kisah | Bidadari, Seorang Pemimpi Nan Indah III

Melepas rindu, meski senang sekali rasanya satu bulan di rumah, tidak terkekang oleh aturan-aturan Pesantren. Tetapi selalu ada yang kurang, sahabat, membuat kesenangan itu luntur. Terlalu lama rasanya satu bulan meninggalkan “rumah” baru kami. Maka ketika satu bulan itu berakhir, sungguh segala cerita siap kami tumpahkan, bertemu sahabat dengan hebohnya, mendengar dan bercerita pun dengan hebohnya, tanpa kenal waktu, hingga larut malam, itulah kami. Saya teringat, liburan itu spesial, saya punya perjanjian dengan Haura. Entah saat itu ia berhasil menghafal berapa juz dalam Al-Qur’an setelah selama dua pekan di Pesantren Qur’an. Dan saya tidak bertanya. Dan dia pula tidak bercerita. Dia hanya menceritakan beberapa hal mengenai kehidupan di pesantren tersebut, beserta staf-staf pengajarnya. Meski hati ini bertanya-tanya, “lalu berapa yang kamu raih selama dua pekan itu? Lima juz? Sepuluh juz? 20 juz?” Tetap, tak ada jawaban, karena pertanyaan itu hanya saya utarakan dalam hati. ...

Sebuah Kisah | Bidadari, Seorang Pemimpi Nan Indah II

Menginjak tahun keempat, dengan “teman” baru, asrama baru, dan tentunya “semangat” baru. Di sana ada tanda kutip, maka pahamilah.. Ada memori yang hilang di atas sini, entah cara bersyukur kepada Allah, atau cara memanfaatkan peluang, yang pasti saya kehilangan momentum. Berbicara soal momentum, ada yang ahli di bidang ini, Haura. Ya, dia seorang visioner, selalu melihat kedepan. Ibarat berjalan di dalam lorong gelap, ia buat sinar itu datang dari arah belakang, sehingga jelas sudah apa yang ada di hadapannya. Haura adalah seorang pemimpi, yang juga seorang pemimpin. Haura adalah seorang petarung, yang kemudian amunisi pertarungan ia cari yang sebaik mungkin, yang mampu memecahkan tembok halangan sebesar apapun, sekuat apapun. Saya saksi hidup melihat kegigihannya, dan tiada kata selain, “subhanaLLah, wa laa haula wa laa quwwata illa biLLah..” Sesungguhnya, setiap kejadian merupakan serangkaian skenario Allah, sebagaimana takdir berada di tangan Allah, siapapun yang ingin men...

Sebuah Kisah | Bidadari, Seorang Pemimpi Nan Indah I

BismiLLahirRahmanirRahim… Kisah ini merupakan “true story” dari seorang hamba Allah, yang cukup ambil hikmahnya, dan tak perlu bertanya-tanya :) Sore itu saya merenungi ni’mat Allah. Ketika kemudian saya tersadar betapa banyak ni’mat Allah yang saya sia-siakan. Terlebih ketika teringat masa lalu…… Enam tahun silam, dengan bangganya saya mulai menyelami lautan ilmu di Pesantren yang sampai sekarang jiwa saya masih terpaut di sana, di asrama-asramanya, Khadijah, Aisyah, Shafiyah, Zainab, Hafshah, Saudah, Fatimah Az Zahra, dan Ummu Salamah. Sejauh ini hanya asrama-asrama itu yang terkenang di ingatan saya, entah untuk tambahan-tambahannya kini. Ya, saya memulai rutinitas yang sangat sangat sangat saya rindukan sekarang ini. Betapa tidak, fasilitas yang begitu memadai, tahfidz Qur’an, tahsin Qur’an, khithabah, berbahasa inggris dan arab, mufradat, muhadatsah, mukhayyam, hingga kegiatan keilmuan baik eksak maupun sosial apapun. Bekal yang banyak lagi baik untuk kemudian hari. ...

Ketika Cinta...

Muhammad Muhammad Muhammad Musthofa Ibunya bernama Aminah Ayahnya bernama Abdullah Dilahirkan di Makkah Mukarromah Ibu susunya Halimatus Sa’diah Ayahnya meninggal dunia Ketika Nabi di dalam kandungan Alangkah sedih pilunya Ibunya menjaga baginda