Posts

Showing posts with the label Renungan

Perjalanan dan Pelajaran

Image
Sudah memasuki hari keempat setelah pernikahan fenomenal—paling tidak bagi saya—di tahun ini, Syayma dan Syukri, tetapi saya masih menguatkan hati dan berusaha mengikhlaskan kepergian sahabat saya untuk mengarungi samudera kehidupan dengan bahtera rumah tangganya. Agak sedikit melankolis memang, karena tiada yang (benar-benar) menyangka bahwa Syayma akan menikah secepat itu. Di samping karena idealismenya yang cukup kuat, ia juga selalu mengelak dan (sok) mengalah jika di grup-grup mulai menyinggung masalah sensitif ini.

Misteri

Coba diingat-ingat lagi, sejak awal hidupmu memang sudah penuh dengan misteri. Kau terlahir dari kedua orang tua yang tidak pernah kau minta, kau terlahir sebagai seorang perempuan, kau lahir di Ibukota dan besar di Maluku, lalu Sekolah Menengah di perbatasan Bogor-Sukabumi, kini mengenyam pendidikan di Kota Satria, Purwokerto. Siapa yang tahu akan menjadi rumit perjalanan hidupmu. Siapa yang tahu hidup akan menemui puncak dan lembahnya, siapa yang tahu ketika pengeluaran harus banyak justru saat hidup ini bertemu di ujung lembah, dan siapa yang tahu tiba-tiba Allah mengirimkan seseorang untuk membantu keuanganmu walaupun tidak 100%.

Selasa Pagi

Bismillah... Ini tentang Selasa pagi (hari ini dan pagi ini) yang sedikit  complicated . Pagi ini aku bangun kesiangan, padahal tadi malam tidur  gasik  (red: cepat/kepagian). Bangun pagi aku langsung cuci muka dan mengecek  handphone  seperti remaja tanggung bin galau yang selalu menunggu-nunggu kejutan dari balik  handphone -nya, pagi ini  handphone- ku tertawa melihat wajahku, karena aku baru ingat dari tadi malam kuaktifkan  airplane mode  agar baterai tidak cepat habis.

Sang Surya

Ketika air tak lagi menyuburkan tanah-tanah itu, di situlah kusadar betapa teriknya mentari. Ketika yang memancarkan kehidupan malah menghancurkan, di situlah kutahu kebodohanku membuatnya liar. Banyak manusia tak paham, bahwa mengeringnya mata air, tak lagi tertahankan panasnya mentari, lapis-lapis pelindung menipis, adalah buah perbuatannya pula. Lalu mereka tersedu, meminta Tuhan berbaik hati padanya, mengembalikan kehangatan sang surya di pagi dan siangnya. Kadang mereka mengutuk, betapa nasib buruk menerpa bak badai yang tiada henti dan tak teratasi, seakan tubuh siap diterkam maut. Mengapa nasib buruk ini datang menghampiri?

Pernah Kau Lihat Bukuku di Lauh Mahfuzh?

Bismillah… Aku kembali termenung, menatap langit mendung. Mencerna ungkapan-ungkapan, seakan-akan telah mereka lihat buku hidupku, di lauh mahfuzh sana. 

Jika Aku

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Mulutmu Harimaumu

Bismillahirrahmanirrahim... Saudariku, betul kata orang dahulu, mulutmu harimaumu. Manis ucapanmu, membuat terpesona. Buruk ucapanmu, menurunkan derajat. Mulutmu harimaumu bermakna salah ucap dari mulutmu, akibatnya akan menimpa pada dirimu sendiri, sebagaimana mengasuh seekor harimau, salah mengasuh, ia dapat menerkammu. Saudariku, mulutmu harimaumu. Mudah sekali kata-kata yang terucap dari mulutmu ternyata menjadi boomerang bagimu.

Duhai hati...

Image
Bismillahirrahmanirrahim... Malam hari, selalu menjadi waktu yang tepat untuk berpikir, merasa, menjiwai...

Sang Inspirator

Bismillahirrahmanirrahim... Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti direct selling seorang calon anggota legislatif di Desa Gununglurah, Cilongok, Purwokerto. Desa tersebut cukup terpencil, jalan berliku dan penuh lubang, serta tanjakan curam kerap kami temui. Perjalanan motor dalam keadaan hujan cukup menantang memang, namun terbalaskan dengan hikmah mendalam selama perjalanan. Menyenangkan melihat rel kereta api di atas kepala, yang kemudian beberapa menit kemudian rel tersebut saya lihat berada di bawah tebing sana. Indah, terlebih sedang hujan.. Kami transit di rumah seorang kader partai kami sebelum melakukan direct selling , dan hikmah terbesar adalah ketika saya menemukan Sang Inspirator;

Ternyata, Bukan Soal ‘Bisa’

Bismillahirrahmanirrahim.... Jumu’ah Mubarak J Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS. Al Baqarah: 286) Sering kali kita diingatkan oleh sahabat, guru, saudara, atau orang tua, bahwa setiap masalah yang sedang kita hadapi, kita pasti bisa melewatinya. “Jangan menyerah, kamu pasti bisa!” “Fulan saja bisa, kenapa kamu nggak?” Atau ucapan-ucapan lain yang menggunakan kata ‘bisa’. Kita semua tahu, bahwasanya setiap manusia Allah karuniai berbagai kebisaan, berbagai kelebihan, meski tak luput dari kekurangannya.

"Patah Hati"?

Bismillahirrahmanirrahim... Assalamu’alaikum ikhwah J Malam ini saya mau sedikit mengulas tentang “Patah Hati”. Bukan, bukan karena malam ini malam minggu, waktu emasnya para pasangan muda. Bukan pula karena saya sedang mengalaminya. Bahkan saya belum tahu bagaimana patah hati seorang pujangga cinta J Tahukah kau kawan, patah hati itu diawali dengan bersatunya hati. Bagaimana proses bersatunya hati? Bisa jadi layaknya api dan minyak yang bersatu, menghasilkan kobaran api yang membakar. Atau layaknya air dan gula, menghasilkan produk yang manis. Macam-macam prosesnya, dan hasilnya pun beragam. Tapi tetap hanya satu kesimpulannya, hati-hati itu bersatu.

Fastabiqul Khayrat

Bismillahirrahmanirrahim... Assalamu'alaikum warahmatullah :) Bagaimana kabar Indonesia? Rakyatnya? Pemimpinnya?  Menjelang 2014 banyak hal yang dipersiapkan oleh setiap lapisan masyarakat di negeri ini, "ini tahun politik!" Seperti akan ada pusaran badai besar di 2014 nanti. Dan memang betul begitu adanya. Ini bukan bentuk kepanikan, meski mungkin ada yang merasa panik. Ini bukan bentuk kebingungan, meski banyak pula yang merasa bingung. Ini bukan bentuk kegirangan, meski pasti ada yang merasa girang. Tapi ada yang lebih mulia dari itu semua, ini adalah kepedulian.

Memorabilia

Image
HARI AYAH NASIONAL – 12 November 2013 Bismillahirrahmanirrahim…. Malam ini memori yang dulu cerah berwarna dan kini mulai kelabu kembali bermain di benak saya. Saya lupa Negara ini punya Hari Ayah di samping Hari Ibu dan Hari Anak Nasional. Ketika tadi saya melihat twit teman saya; Memori ini mulai mengalir deras.. Ingatan terdekat saya adalah setahun lalu, tepat 6 Oktober 2012, saya sedang mengikuti Dauroh Marhalah I KAMMI. Beliau mengirimkan SMS berlembar-lembar yang sungguh jika kau membacanya, kau akan bertanya-tanya, “benarkah ia adalah Ayah dari 14 anak?”

Ketika Nasihat Kecil Berbisik

Bismillahirrahmanirrahim… Tidak terasa, sudah masuk pertengahan Ramadhan. Hari ke-15… Apa kabar hati? Apa kabar ibadah pagi, siang, sore, dan malam hari? Belakangan ini orang-orang banyak berteriak soal nurani, hak asasi, bahkan hal-hal substansial yang mengusik prilaku-prilaku islami. Mereka memandang Islam sama dengan agama ritual lainnya. Adapun   hakikatnya, Islam yang syamil kamil wa mutakammil merupakan satu-satunya agama yang melingkupi setiap aspek kehidupan. Sehingga tidak dapat dipisahkan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Islam, menggenggam dunia dan akhiratmu, dan dunia akhiratmu tidak dapat dilepas darinya. Kali ini saya tidak berbicara soal pemahaman dasar Islam atau aqidah. Hanya mencoba kembali memaknai Ramadhan, Bulan penuh rahmat dan ampunan, di tengah destruksi dan gejolak heroisme media Indonesia.

Special For Buruh

Image
BismillahiRrahmanirRahim... Spesialisasi Pemerintah Satu Mei merupakan hari bersejarah dan hari yang banyak dinantikan oleh kalangan proletariat di seluruh dunia. Dimana dalam perjalanan sejarah, hari itu bagaikan hari kebangkitan para buruh yang bahkan sampai sekarang masih berusaha memperjuangkan hak-haknya. Satu Mei tahun ini, tak ubahnya satu Mei satu Mei beberapa tahun kebelakang. Ketika prediksi akan pecahnya satu Mei ini dengan aksi buruh telah dilontarkan, maka prediksi bukan lagi hanya sekedar prediksi, seperti sebuah keniscayaan bahwa satu Mei adalah hari keramat bagi pemerintah dan jajaran kepolisian.

Ketika Cinta...

Muhammad Muhammad Muhammad Musthofa Ibunya bernama Aminah Ayahnya bernama Abdullah Dilahirkan di Makkah Mukarromah Ibu susunya Halimatus Sa’diah Ayahnya meninggal dunia Ketika Nabi di dalam kandungan Alangkah sedih pilunya Ibunya menjaga baginda