Posts

REFUND (1)

Image
It’s hard to believe , saya sudah sarjana. Masih terngiang di telinga tentang obrolan kita 4 tahun lalu, di sebuah angkutan umum, ketika saya bertanya, “alasan apa yang membuat saya dapat bertahan di jurusan ini?” Lalu dijawab oleh seorang kawan baik, “untuk ummat.”

HCl 37%

Ini soal asam klorida (HCl) yang membuat peneliti kebingungan. Kebingungan menjawab pelarut apakah yang sebenarnya digunakan. Hingga titik kritis, peneliti yang sedang mempresentasikan hasil penelitiannya harus keluar dari ruang seminar untuk melihat label yang tertera di kemasan HCl pekat. Apalah daya, pertanyaan peserta seminar telah membuatnya mati gaya, harus jawab apa? Dan ketika gagang pintu sudah di tangan, dorongan dari dalam diri untuk menekan gagang ke bawah dikalahkan oleh ingatan yang lebih dulu terdesak dan terdorong keluar. Dan kalimat itu mengalir deras.

Bimala

Hujan mulai menderas, sederas rasaku yang tak terbendung. Layar imajinasiku mulai terbentang menembus langit gelap di hadapanku. Jika hati ini adalah bendungan, memiliki palang-palang pintu yang menahan air—sebagai rasaku—sedemikian rupa, kurasa banjir takkan terelakkan lagi, rumah-rumah terendam, pohon-pohon tergenang, motor-mobil tertahan di jalanan. Ah, ternyata rasa yang membuncah itu bisa merusak ya , gumamku. Kuhapus layar imajinasi itu, kutarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan. Kukira hanya itu cara terbaik menenangkan diri saat ini. Kusandarkan punggungku yang lelah setelah seharian bekerja, membiarkan udara lembap yang terbawa hujan deras menampar-nampar wajahku. Terhanyut.

LACI

Aku terbelenggu dalam barisan kertas penuh sesak Mengawal memori yang tiba tak diminta lagi mendesak Aku tertahan pada barisan kata yang rancu Memberi tatapan penuh tawa dan lucu

Perjalanan dan Pelajaran

Image
Sudah memasuki hari keempat setelah pernikahan fenomenal—paling tidak bagi saya—di tahun ini, Syayma dan Syukri, tetapi saya masih menguatkan hati dan berusaha mengikhlaskan kepergian sahabat saya untuk mengarungi samudera kehidupan dengan bahtera rumah tangganya. Agak sedikit melankolis memang, karena tiada yang (benar-benar) menyangka bahwa Syayma akan menikah secepat itu. Di samping karena idealismenya yang cukup kuat, ia juga selalu mengelak dan (sok) mengalah jika di grup-grup mulai menyinggung masalah sensitif ini.

Misteri

Coba diingat-ingat lagi, sejak awal hidupmu memang sudah penuh dengan misteri. Kau terlahir dari kedua orang tua yang tidak pernah kau minta, kau terlahir sebagai seorang perempuan, kau lahir di Ibukota dan besar di Maluku, lalu Sekolah Menengah di perbatasan Bogor-Sukabumi, kini mengenyam pendidikan di Kota Satria, Purwokerto. Siapa yang tahu akan menjadi rumit perjalanan hidupmu. Siapa yang tahu hidup akan menemui puncak dan lembahnya, siapa yang tahu ketika pengeluaran harus banyak justru saat hidup ini bertemu di ujung lembah, dan siapa yang tahu tiba-tiba Allah mengirimkan seseorang untuk membantu keuanganmu walaupun tidak 100%.

Selasa Pagi

Bismillah... Ini tentang Selasa pagi (hari ini dan pagi ini) yang sedikit  complicated . Pagi ini aku bangun kesiangan, padahal tadi malam tidur  gasik  (red: cepat/kepagian). Bangun pagi aku langsung cuci muka dan mengecek  handphone  seperti remaja tanggung bin galau yang selalu menunggu-nunggu kejutan dari balik  handphone -nya, pagi ini  handphone- ku tertawa melihat wajahku, karena aku baru ingat dari tadi malam kuaktifkan  airplane mode  agar baterai tidak cepat habis.